ADO : Stop Penerimaan Pendaftaran Driver

ADO : Stop Penerimaan Pendaftaran Driver Kegiatan Wirausaha

RIMAUNEWS.COM, Palembang - Angkutan Driver Online atau ADO meminta agar segera menutup pendaftaran driver online. Dan, tak ingin adanya suspense sepihak oleh perusahaan taksi daring. Semua tuntutan ini diminta melalui mediasi dengan DPRD Sumsel.

Bagian tuntutan yang disuarakan olehj driver online atas aksinya yang berlangsung di Halaman DPRD Sumsel, kemarin (18/12). Atas aksi tersebut, kembali ditegaskan, Koordinator aksi, Ahmad Harfian Alfan, menuntut pihak aplikator untuk menutup pendaftaran driver online.

“Tutup pendafataran driver online. Karena jumlah driver online yang berada di naungan ADO lebih dari 5000 orang lebih. Sedangkan aplikator terus melakukan penerimaan. Kita harus memperjuangkan nasib driver yang ada saat ini. Kalau sudah terlalu banyak, mana yang harus didahulukan,” keluhnya.

“Kita mau mengikuti Permen Perhubungan nomor 108 yang meminta driver memiliki SIM A dan harus ada KIR. Tapi kita diperlakuan semena-mena oleh pihak aplikasi dengan memberikan suspen secara sepihak,” ujarnya.

Dengan adanya suspen secara sepihak, sambung Ahmad, ada lebih dari 200 driver yang diputus mitra oleh pihak aplikasi. Bahkan ada banyak driver yang tidak mendapatkan haknya seperti saldo atau bonus karena mendapatkan suspen.

Oleh sebab itu, kata Ahmad, pihaknya meminta DPRD Sumsel memediasi driver online dengan pihak aplikator. Bahkan, pihaknya juga meminta agar dibuatkan peraturan dari 3 kementrian yakni Kementrian Kominfo, Kementrian Perhubungan dan Kementriam Tenag Kerja untuk membentuk MOU 3 Kementrian yang mengatur payung hukum angkutan roda dua dan roda empat.

“Kita mendesak pemerintah agar kerjasama aplikator dengan driver dapat berjalan dengan baik, misalnya aplikator memberikan order kepada driver secara adil. Serta menutup pendaftaran driver online karena peraturan Mentri Perhubungan untuk kuota pertama jumlahnya diangka 1000 driver. Selain itu kita ingin agar driver online mendapatkan rasa aman saat bekerja,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Grab yang hadir diundang dalam mediasi di gedung DPRD, Citi Operator Grab Palembang, Siswanto menuturkan, pihaknya akan mengkaji aspirasi dari para driver. Karena para driver berkomitmen menjalankan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108.

“Untuk masalah suspen itu karena ada orderan fiktif serta berlangganan. Istilahnya driver yang diberikan suspen bermain curang,” ucapnya. Oleh sebab itu, kata Siswanto, pihaknya akan melakukan edukasi serta kajian lagi terkait order angkutan online ini.

(Agya S Yansori)

Tags

ADO