Antisipasi Huru Hara, PLN Gelar Simulasi Demo

Antisipasi Huru Hara, PLN Gelar Simulasi Demo

RIMAUNEWS.COM, Palembang - Sebagai bentuk kesiapan terhadap kondisi darurat, PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu menggelar simulasi penanganan huru-hara di halaman kantor PLN UI WS2JB Palembang, Rabu (18/9/2019). Simulasi yang dibuat mirip kejadian sesungguhnya tersebut melibatkan semua karyawan dan mitra kerja di perusahaan listrik milik negara tersebut.
Simulasi diawali dengan aksi demonstrasi massa yang mencoba merangsek masuk ke areal kantor PLN di Jalan Kapten Rivai, Palembang. Dalam simulasi itu, diperagakan adegan sejumlah massa berunjuk rasa di halaman Kantor PLN UIW S2JB, dengan menuntut manajemen PLN untuk menurunkan harga tarif listrik dan tak lagi melakukan pamadaman.
Para pendemo yang berjumlah puluhan orang itu, diperankan oleh para karyawan PLN. Aksi demo itu dibuat mirip seperti demo sesungguhnya. Para pendemo berjalan sambil membentangkan sejumlah poster bertuliskan ”Turunkan Harga Listrik”, ”Stop Pemadaman Bergilir”, ”Kembalikan Subsidi Kami”, dan lainnya.
Mereka berjalan menuju kantor PLN. Sambil membentangkan poster itu, para pendemo berteriak-teriak menuntut manajemen menemui mereka. Para pendemo tidak bisa masuk halaman kantor PLN karena dihadang satpam dan polisi di pintu gerbang. Tetapi para pendemo itu tetap berteriak-teriak dan memaksa masuk ke halaman kantor PLN. Demo pun mulai terlihat anarkis. Salah satu pendemo memaksa melompat pagar untuk merengsek masuk ke areal gedung PLN.
Akhirnya pendemo yang memaksa masuk itu diamankan pihak security. Pihak manajeman pun akhirnya menerima perwakilan pendemo untuk berdialog. Setelah dilakukan dialog, wakil pendemo menjelaskan hasil pertemuan kepada rekan-rekannya.
Para pendemo tidak puas hasil dialog itu. Maka mereka membakar spanduk. Pada kesempatan itu juga diperagakan ada ledakan bom. Tim gegana beserta satu unit mobil untuk mengidentifikasi bom yang meledak. Satu karyawan diibaratkan terluka dan dibawa mobil ambulance.
Manajer Komunikasi PLN UIW S2JB, Bakri mengatakan, simulasi ini bertujuan agar PLN nantinya bisa mengatasi atau melakukan hal-hal yang bisa dilakukan jika seandainya terjadi huru-hara atau bencana yang sesungguhnya. Aksi simulasi kali ini, PLN melibatkan pihak Brimob Polda Sumsel dan PT. Surveyor Indonesia. 
"Simulasi ini dilakukan PLN setiap tahun dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) dengan tema yang berbeda-beda. Kami tidak berharap ada kejadian sesungguhnya. Tetapi jika ada, para karyawan dan pihak keamanan telah dibekali cara penanganannya,"  tutupnya.
(Romadon)