Antisipasi Lonjakan, PT KAI Siapkan 2.702 Tiket Perhari

Antisipasi Lonjakan, PT KAI Siapkan 2.702 Tiket Perhari

RIMAUNEWS.COM, Palembang- Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, PT KAI Divre III Palembang terus melakukan persiapan untuk mengantisipasi kenaikan penumpang jelang akhir tahun. Selama masa angkutan dan tahun baru 2018 ini PT KAI Divre III menyiapkan 2.702 tiket perhari nya dan 45.934 tiket untuk total keseluruhan. “Ya, tiket ini untuk KA Limeks Sriwijaya relasi Kertapati-Tanjungkarang PP, KA Sindang Marga relasi Kertapati-Lubuklinggau PP (KA Komersial eksekutif dan bisnis) dan KA kelas Ekonomi yaitu KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang PP, KA Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau PP", kata Kepala Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti, ketika di hubungi, Selasa (19/11).
Menurut Aida, pada tanggal 22 Desember 2017 (H-3 Libur Natal) akan lebih ramai karena bertepatan dengan liburan sekolah semester ganjil dan tanggal 30 Desember 2017 (H- 2 Libur Tahun Baru 2018). “Biasanya saat hari libur seperti ini pasti sangat padat penumpang", ujarnya.
Untuk tiket ekonomi, lanjut Aida, akan tetap menjadi incaran pengguna jasa kereta api, terutama untuk relasi Kertapati-Tanjungkarang karena dengan tarif yang terjangkau, apalagi fasilitas yang ada dalam KA Ekonomi sudah sangat nyaman. "Kami juga telah menyiapkan posko-posko di setiao stasiun agar masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tukasnya.
Untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan dalam perjalanan KA, PT KAI Divre III menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di sejumlah titik yang rawan bencana longsor atau amblas dan banjir terutama menjelang arus mudik dan arus balik. “Kami juga menempatkan petugas tambahan pemeriksa jalan rel ekstra!dan petugas regu terbang/siaga. Serta, Polsuska dan Security PT KAI selalu siaga untuk mengamankan dan memberikan rasa nyaman bagi penumpang yang akan berlibur pada masa angkutan natal dan Tahun Baru 2018,” jelasnya.
Aida menambahkan, pihaknya juga menghimbau kepada calon penumpang untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok dan membawa barang bawaan yang berlebihan. “Karena kita ada ketentuan yang harus diperhatikan penumpang KA saat bepergian, yaitu terkait berat barang bawaan", tukasnya.

(Hadi Wibowo)