China Masih Kuasai Perdagangan Ekspor dan Impor RI

China Masih Kuasai Perdagangan Ekspor dan Impor RI Aktivitas pemindahan peti kemas. Foto ist

RIMAUNEWS.COM, JAKARTA - Neraca perdagangan November 2017 kembali tercatat surplus, dengan nilai USD 130 juta. Rinciannya, ekspor pada periode tersebut mencapai USD 15,28 miliar dan impor USD 15,15 miliar. Dan, China masih menjadi mitra perdagangan RI baik di sisi ekspor maupun impor.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, Jumat (15/12/2017) mengatakan kalau November masih surplus US$ 0,13 miliar, tapi turun dari bulan sebelumnya, tipis sekali surplusnya, pergerakan ini perlu dicermati.

Perdagangan ekspor pada Novembe nilainya USD15,28 miliar, ekspor bulanan tumbuh sempit. Alasannya, kata Suhariyanto, karena mayoritas ekspor non migas maka pergerakannya hampir sama dengan total ekspor.

Secara kumulatif total ekspor tumbuh 17,15% menjadi USD 153,9 miliar. Ekspor non migas tumbuh 16,89% dengan nilai menjadi USD 139,7 miliar. Pergerakan ekspor dari bulan ke bulan, secara umum sepanjang tahun 2017 nilainya bagus. “Kita hanya defisit di Juli,”ungkapnya.

Berikut merupakan pangsa pasar ekspor RI, posisi pertama ditempati ke China senilai USD 19,13 miliar. Menyusul, ke Amerika Serikat (AS) sebesar USD 15,72 miliar serta Jepang senilai USD 13,22 miliar.

Bagaimana sisi impornya ? Tercatat impor di November 2017 mencapai USD 15,15 miliar. Dibanding bulan sebelumnya, Oktober 2017 naik 6,42% dan dibandingkan November 2016 secara yoy naik sangat tinggi yaitu 19,62%.

Sama seperti di sisi ekspor, sisi impor porsi terbesar masih dipegang oleh China dengan 24,46%. Selanjutnya diikuti oleh Jepang dan Thailand, yang ternyata tidak berubah sejak beberapa bulan terakhir.


Secara kumulatif, impor mencapai USD 141,88 miliar atau naik 15,47% (yoy). "Porsi paling besar mesin dan pesawat mekanik, dan mesin/peralatan listrik, itu barang yang paling banyak kita impor,"ungkap dia.

(Agya S Yansori)