Diduga Rendahnya Harga Karet, Kepatuhan Bayar Listrik Rendah

Diduga Rendahnya Harga Karet, Kepatuhan Bayar Listrik Rendah Logo PLN

rimaunews.com, SEKAYU - Miris, penunggak listrik PT PLN Rayon Sekayu, sekitar 90 persennya merupakan kategori rumah tangga. Sisanya, pelaku bisnis yang tersebar di Kabupaten Musi Banyuasin atau Muba.
Data terakhir, angka tunggakan di kabupaten tersebut, mencapai Rp4.591.564.000. Ini diungkapkan, Supervisor Distribusi Jaringabln PT PLN Rayon Sekayu, Irsan, Minggu (10/12/2017).
Rendahnya kesadaran pelanggan tersebut, kata Irsan disebabkan berbagai faktor, seperti masih rendahnya tingkat perekonomian masyarakat. Itu baru yang pertama, lalu alasan keduannya, lanjut dia, dikarenakan harga komoditi karet turun.
Masih rendahnya harga karet, membuat daya membayar masyarakat terhadap kewajiban tagihan listriknya menjadi rendah. Terakhir, ketiga, kata dia, adanya kebiasaan pelanggan untuk menunda-nunda pembayaran yang berakibat menumpuknya tagihan listrik.
“Kita sangat menyayangkan kondisi ini. Kita terus lakukan pembenahan agar pelayanan kepada pelanggan semakin baik. Namun disisi lain pelanggan masih saja menunggak,” ungkapnya. Pihaknya juga menerapkan sistem door to door yakni mendatangi rumah pelanggan yang menunggak secara satu per satu agar melakukan pembayaran.
Kalau juga masih rendah dalam pelunasan tagihan listrik maka, dengan berat hati, akui dia, kalau dihimbau tidak bisa, didatangi tidak bisa, terpaksa tindakan tegas kita ambil yakni penutusan sambungan listrik.
Kepala PT PLN Rayon Sekayu, Martua Dalamunte, mengatakan ada ribuan pelanggan yang menunggak, jika tidak ada itikad baik, kita lakukan pencabutan dan pemutusan aliran listrik kepada pelanggan. “Ini merupakan cara terakhir dan diharapkan menimbulkan efek jera kepada pelanggan yang menunggak,” tegasnya.

(Agya S Yansori)