Efek Pilkada Serentak Dianggap Kecil Oleh Tony, Ini Hitungannya

Efek Pilkada Serentak Dianggap Kecil Oleh Tony, Ini Hitungannya A Tony Prasetiantono

RIMAUNEWS.COM, Jakarta - Tercatat, ada 171 daerah akan melaksanakan pemilihan kepala daerah atau pilkada secara serentak di tahun 2018. Di Sumatera Selatan saja ada 9 daerah melaksanakan pesta demokrasi ini.

Lalu, dengan banyaknya pilkada tersebut, apakah ada dampak ke geliat perekonomian. Sayangnya, kata Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada A Tony Prasetiantono, tak banyak memberikan efek.

Hitungan rataan, kata Tony, kalau dikalikan Rp 100 miliar 170 Pilkada ketemunya Rp 17 triliun kan enggak gede. APBD DKI Rp 76-77 triliun, APBN Indonesia Rp 2.200, kalau Pilkada Rp 17 triliun enggak ada apa-apanya.

Artinya, keberadaan tahun politik di 2018, tak banyak bisa mempengaruhi kondisi ekonomi di tahun depan. Alasannya, lanjutnya, pesta demokrasi yang hampir terjadi setiap tahun tidak perlu dianggap sebagai hal yang menakutkan.

Sisi keamanan, akuinya, optimistis enggak ada dampak negatif pilkada. "Selama ini pesta demokrasi berlangsung cukup aman. Kalau ada terkompensasi dari aktivitas lain," tutur Tony.

Di tahun 2009 saat tahun Pilpres, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 4,5%. Angka ini bisa dibilang baik di tengah anjloknya pertumbuhan ekonomi negara tetangga. Di 2014, ekonomi Indonesia juga berhasil tumbuh 5,02%, meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya 5,58%, angka ini masih terbilang baik.

(Agya S Yansori)