Ekspor Sumsel Turun di Bulan Juli

Ekspor Sumsel Turun di Bulan Juli

RIMAUNEWS.COM, Palembang- Perdagangan luar negeri memiliki peranan yang penting dalam perekonomian dan pembangunan. Kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerimaan devisa.

Dengan devisa tersebut negara/daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk konsumsi dan menunjang sektor industri. Gambaran perkembangan ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan.

Nilai ekspor Sumatera Selatan di Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 44,22 persen dibandingkan nilai ekspor Juni 2019. Sementara bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 (Januari-Juli 2018) ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 5,14 persen. "Naiknya nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Juli 2019 dibanding Juni 2019 sebesar 44,22 persen disebabkan oleh naiknya nilai ekspor nonmigas sebesar 43,92 persen, yaitu dari US$ 282,27 juta menjadi US$ 406,23 juta, dan nilai ekspor migas yang naik sebesar 48,34 persen dari US$ 20,50 juta menjadi US$ 30,42 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel IR. Endang Sri Wahyuningsih.M.M, Jumat (6/9).

Lanjut Endnag, Nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari - Juli 2019 didominasi oleh komoditas karet sebesar US$ 821,26 juta, diikuti oleh bubur kayu/pulp yang mencapai nilai sebesar US$ 796,02 juta, dan batubara sebesar US$ 414,47 juta.

Kenaikan ini terjadi pada tujuh negara tujuan utama Ekspor yaitu Tiongkok, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, India, dan Jerman. Sementara itu tiga negara tujuan utama lainnya, yaitu Filipina, Vietnam, dan Latvia mengalami penurunan nilai ekspor. "Tiongkok,Malaysia dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode  Januari - Juli 2019, masing-masing mencapai US$ 813,75 juta, US$ 237,38 juta dan US$ 219,19 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 52,22 persen dari total ekspor periode Januari – Juli 2019. Sesangkan Ekspor ke negara di ASEAN pada Januari – Juli 2019 mencapai US$ 508,92 juta atau mengalami penurunan sebesar US$ 37,40 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Begitu juga, ekspor ke negara di Uni Eropa mencapai US$ 201,10 juta, mengalami penurunan sebesar US$ 14,769 juta jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018," tukasnya.

(Aan Wahyudi)