Kado Pahit, PLN Putus Ratusan Pelanggannya di Muba !

Kado Pahit, PLN Putus Ratusan Pelanggannya di Muba ! Logo PN

 

RIMAUNEWS.COM, Sekayu - Peringatan secara tertulis sudah dilakukan, lalu petugas PLN sudah mendatangi rumah masing-masing penunggak tagihan listrik, maka langkah terakhir perusahaan negara di bidang kelistrikan tersebut segera memutus jaringan listrik di Musi Banyuasin jelang tutup tahun 2017 ini.

Tak main-main, dari 500 pelanggan diduga menunggak listrik di Kabupaten Musi Banyuasin, sebanyak 200 pelanggan diantarannya akan segera diputus pasokan listriknya jelang tutup akhir tahun ini. Sebelumnya, dalam catatan ada 53 ribu lebih pelanggan di Kabupaten Musi Banyuasin yang terdaftar.

“Kalau semua langkah tidak berhasil ya sudah, kita putuskan. Peringatan yang kita beri hanya sekali saja, tidak ada peringatan kedua atau ketiga,”kata  Supervisor Distribusi Jaringan PT PLN Rayon Sekayu, Irsan, Selasa (19/12).

PT PLN Rayon Sekayu mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemutusan sambungan aliran listrik karena tindakan tersebut diambil lantaran konsumen tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan tunggakan listrik yang terjadi.

“Ya, hingga penghujung tahun ini lebih dari 200 pelanggan kita lakukan pemutusan. Ini upaya terakhir kita karena pelanggan tidak kunjung membayar tunggakan,” ujar dia.

Sebelumnya, lanjut nya, terlebih dahulu memberikan peringatan kepada pelanggan agar membayar listrik, baik dengan cara menyampaikan surat pemberitahuan ataupun dengan cara door to door dengan harapan pelanggan memenuhi kewajiban.

Ia menambahkan, kalau semua langkah tidak berhasil ya sudah, kita putuskan. Apalagi, akuinya, peringatan yang kita beri hanya sekali saja, tidak ada peringatan kedua atau ketiga. Hingga saat ini, tunggakan listrik pelanggan PLN Rayon Sekayu mencapai Rp 4.591.564.000.

Beberapa faktor menyebabkan, seperti rendahnya kesadaran pelanggan untuk menunaikan kewajiban membayar listrik, turunnua perekonomian warga akibat harga karet yang masih rendah, serta adanya kebiasaan pelanggan yang menunda-nunda waktu pembayaran.

“Kita tetap mengimbau agar pelanggan memenuhi kewajibannya. Kita sangat menyayangkan situasi ini. Meskipun begitu, pembenahan kinerja dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan terus kita lakukan,” ungkapnya.



 

(Agya S Yansori)