Puskesmas Kampus Hadirkan Pengobatan Tradisional

Puskesmas Kampus Hadirkan Pengobatan Tradisional

RIMAUNEWS.COM, Palembang- Griya Sehat Puskesmas Kampus adalah model pelayanan kesehatan tradisional integrasi, beralamat Jalan Glof Blok G5 Kampus tepatnya di belakang TVRI.

Puskesmas kampus ini yang pertama di sumsel yang mempunyai pengobatan tradisional. Berdirinya pengobatan tradisional ini berkat  Dr Yuliarni yang juga menjabat Kepala Puskesmas tersebut.

Pengobatan tradisional ini melayani beberapa pengobatan diantaranya, Fisioterafi Akupuntur, Akupresur, Akupresur lengkap, Akupreser Bayi, SPA dan Rambut Tradisional obat herbal Extrak.

Anda jangan khawatir dengan pengobatan tradisional ini karena telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) walikota, harganya pun lebih murah dibandingkan pengobatan tradisional pada umumnya dan pegawainya telah terlatih dengan baik.

Kepala Puskesmas Kampus, Dr Yuliarni menjelaskan, awal mula berdirinya pengobatan tradisional sejak tahun 2012. Waktu  itu saya mengikuti pelatihan saintifikasi jamu, setalah itu saya mendapat gambaran konsep tentang kesehatan dari jamu kedepan. Setelah itu, dinas kesehatan palembang studi banding ke thailand untuk melihat kesehatan tradisional di sana. Setelah selesai studi banding, kepala dinas kesehatan  bertekad untuk melaksanakan layanan kesehatan tradisional di Palembang. Sejalan dengan renstranya Kemenkes karena ada 20% puskesmas di kabupaten/kota yang harus memberikan pelayanan dengan kesehatan tradisional,” katanya, Kamis (22/8/2019)  saat diwawancarai rimaunews.com.

Ditahun 2013, Dinas kesehatan Palembang memilih dari 39 puskesmas yang ada di Kota  Palembang, dipilihlah Puskesmas Kampus untuk dibangun pelayanan kesehatan tradisional dan mulai beroperasi Januari 2014. "Alhamdulillah waktu itu di support langsung oleh dinas kesehatan, seiring sejalan saya telah sampaikan ke Dinkes palembang, kalau seandainya layanan tradisional sudah berjalan harus ada payung hukum dari dinas, maka di buatlah SK Walikota.

Saat ini  ada sekitar 13 puskesmas yang sudah surat keputusan (SK)  untuk memberikan layanan kesehatan tradisional terkait petugas yang sudah dilatih. Sedangkan pada tahun  2014 ada dua regulasi dari kota Palembang, pertama  SK penetapan puskesmas kampus sebagai pemberi pelayanan kesehatan tradisional dan pola tarif  karena layanan ini tidak ditanggung  oleh BPJS. Itulah yang menjadi dasar hukum untuk pihaknya dalam menjalankan layanan kesehatan tradisional di puskesmas kampus ini." jelasnya 

Ia menambahkan, Pada tahun 2015, pihaknya berusaha mengembangkan pelayanan kesehatan tradisional ini, namun bukan hanya kegiatan didalam gedung tetapi kegiatan pembinaan kepada masyarakat, ada kader-kader yang dilatih terkait dengan pemanfaatan akupresur dan pemanfaatan tanaman obat bagi keluarga dan  kami juga bermitra dengan Dinas Pertanian, ada kader-kader posyandu membentuk kelompok tani dan disupport bibit tanaman obat dari dinas pertanian dan terus berkembang. "Dr Yuliarni kemudian berfikir, bagaimana selanjutnya dilaksanakan pemanfaatan dari hasil tanaman itu, dengan cara kita memberikan sosialisasi pemanfaatan tanaman obat ini, kemudian di olah dengan pembuatan minuman herbal dari jahe dalam bentuk cup, cuma belum bisa jual bebas karena minuman ini tahannya cuma 2 hari, jadi hanya dibuat kalau ada pesanan saja, jadi kalau ada event baru bisa di pesan," katanya

Ia menambahkan, pada tahun 2015 puskesmas  kita diusulkan oleh dinas kesehatan  untuk mengikuti lomba inovasi layanan publik dari Kemenpan RB, Alhamdulillah dari 1.182  proposal model layanan kesehatan tradisional terintergrasi, Puskesmas kita bisa masuk 99 Besar dari 1.182.

Untuk jadwal pelayanan sendiri yaitu senin s.d kamis mulai pukul 07 :30 s/d 14.00 wib dan jum'at 07:30 s/d 11 : 30 wib sedangkan Sabtu 07:39 s/d 12:30 WIB

(Romadon)

Komentar