Pesilat Sumsel Borong Medali di Kejuaaan Dunia

Pesilat Sumsel Borong Medali di Kejuaaan Dunia

RIMAUNEWS.COM, Palembang- Meski dengan persiapan kurang dari satu bulan, pesilat Sumatera Selatan berhasil naik podium dengan prestasi yang luar biasa. Pasalnya, mereka berhasil memborong 10 medali pada Single Event olahraga Dunia bertajuk Tapak Suci World Championship 2019 di Gelanggang Olahraga (Gor) Siritek Solo pada 1-5 September 2019.

Kesepuluh medali tersebut masing-masing 4 medali emas, dua perak dan empat perunggu. Empat peraih medali emas dipersembahkan oleh M Juan kelas F Putra, Zubaidah Kelas C Putri,  Nia Larasati kelas E putri dan Fransiska Sandra Dewi kelas F Putri.

Sedangkan empat perak dipersembahkan oleh Adif Khan kelas D Putra dan Beregu Putra (M Juan, Alif Khan, Reza, Ali Akbar, Junior). Dan empat perunggu dipersembahkan oleh Reza kelas J Putra, Nabila kelas D Putri, beregu putri (Nia Larasati, Fransjska Sandra Dewi, Zubaidah, Nabila, Gutria Kurnia Putri dan ganda putri (Ade Indah Silvia dan Indah Pertiwi kelas ganda putri. "Jadi, ini adalah capaian luar biasa, karena ini kelas dunia. Ada 14 negara kelas dunia yang ikut selain dari provinsi diberbagai wilayah Indonesia karena ini open,"ujar Head Coach Sumsel Silat Abbas Akbar, Minggu (8/9/2019).

Pelatih yang pernah membawa kejayaan silat di Asian Games 2018 lalu ini mengaku bahwa ia membawa kontingen Sumsel di single event kejuaraan bergengsi ini. Mulai dari kelas A, B, C, D, E, F putra dan kelas A, B, C, D, E, F putri. "Dan ini tak lupa kami terima kasih dengan Klub Silat Bank Sumsel Babel dan Pengcab IPSI Muba yang telah mensupport hingga mampu meraih hasil luar biasa di kejuaraan dunia," urainya.

Menurut dia bahwa untuk berhasil naik podium Abbas mengaku perjuangan anak asuhnya sungguh luar biasa karena dengan persiapan satu bulan berhasil meraih 10 medali di kejuaraan dunia.

Apalagi rival dari 14 negara menjadi tantangan yang berat bagi pesilat Sumsel mampu menembus single event kejuaraan dunia ini. "Kalau Indonesia kita tantangan dari Pulau Jawa. Pulau Jawa memang dari dulu luar biasa atletnya. Mulai dari Jatim, Jogja dan lainnya," jelasnya. 

Sementara untuk rival terberat dari negara luar, pesilat Sumsel harus menundukkan lawan berat seperti Singapura, dari negara Arab, Maroko dan lain sebagainya.

Atas hasil ini, Abbas mengaku saat ini sedang fokus kembali ke pekerjaan di Bank Sumsel Babel. Pasalnya, bertahun-tahun ia meraih dispensasi dari tempat ia bekerja. Apalagi ia juga fokus ke Pelatnas dan membawa puluhan emas bagi Indonesia di Asian Games. "Makanya saya terima kasih sekali ini dengan Bank Sumsel Babel atas dispensasi, support dan lainnya. Dan saat ini saya fokus ke daerah yakni membina Klub Bank Sumsel Babel dan Klub IPSI Muba," pungkasnya.

Saat ini Abbas berkomitmen untuk kembali ke Sumsel untuk membina atlet daerah setelah beberapa tahun lalu dipanggil Pelatnas untuk persiapan Asian Games 2018.

(Septian)

Komentar