Tim Putri Sumsel Kalah 0-1 Dari Tim Putri Kalbar

Tim Putri Sumsel Kalah 0-1 Dari Tim Putri Kalbar Pertandingan babak perempat final Piala Pertiwi Cup road to Asian Games di stadion Madya Bumi Sriwijaya Sabtu,(9/12) antara Tim Putri Sumsel versus Tim Putri Kalbar.

Rimaunews.com, PALEMBANG- Tim Putri Sumatera Selatan (Sumsel) harus mengakui keunggulan dari Tim Putri Kalimantan Barat (Kalbar) pada fase babak perempat final Piala Pertiwi Cup road to Asian Games di stadion Madya Bumi Sriwijaya Sabtu,(9/12).

Tim Putri Sumsel pada pertandingan tersebut kalah 0-1 dari Tim Putri Kalbar. Satu gol Kalbar terlahir pada menit ke-22 dari kaki Susi Susanti. Alhasil, Tim Putri Sumsel asal Musi Rawas harus mengubur impian untuk melaju ke babak semi final.

Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan mengatakan, tetap memberikan apresiasi kepada semua pemain. Baginya tim putri daerahnya telah memberikan persembahan terbaik hingga sampai ke fase sekarang. "Dilihat secara ball possession kita unggul dari mereka. Anak-anak menguasai semua area tetapi memang kita kalah beruntung saja," ucapnya.

Selaku Bupati, dirinya berencana kedepan akan meningkatkan pembinaan sepakbola wanita. Kendati demikian, daerahnya disebutnya memang sangat konsen membina olahraga yang memiliki fans terbanyak di belahan dunia ini. "Kita akan tingkatkan lagi pembinaan. Secara keseluruhan kami sudah memberikan yang terbaik untuk Sumsel," harapnya.

Sementara itu, pelatih Tim Putri Kalbar, Sofie Imam Faizal mengatakan, trik kemenangannya karena telah memetakan kekuatan lawan. Baginya setelah semua intruksi dijalankan dengan baik oleh pemain semua akan berjalan dengan maksimal. "Sesuai dengan strategi saya semua pemain menjalankannya. Saya juga intruksikan untuk menghambat laju satu pemain. Ternyata benar kita bisa memenangkan pertandingan hari ini,"tuturnya.

Buah mengamati permainan lawanlah membuat Imam memetik kemenangan. Baginya pemain bernomor punggung 10 (Priskila Mega Octiandriani) menjadi target utama tim lawan sehingga bola tidak bisa dinikmati oleh pemain Sumsel. "Pemain berkaca mata selalu mendapatkan bola. Semua jalur bola pasti ke nomor 10. Setelah kita antisipasi lawan tidak bisa berkembang," pungkasnya.

(Hadi Wibowo)

Komentar