Trend Positif SFC Terhenti

Trend Positif SFC Terhenti

RIMAUNEWS.COM, Palembang- Persita Tanggerang berhasil memutus tren positif Sriwijaya FC yang belum kalah hingga pekan ketiga.  Bahkan kemenangan skuad besutan pelatih Widodo C Putro itu menodai rekor kandang Laskar Wong Kito di Stadion Gelora Sriwijaya.

Kekalahan ini merupakan yang perdana pada Babak Penyisihan Liga 2 Indonesia 2019 Wilayah Barat skor 0-2 untuk Persita sukses menempatkan tim asal Tanggerang ini di puncak klasemen.

Dua gol Persita Tangerang masing-masing diciptakan Ade Jantra Lukmana pada menit 42 dan Aldi Al Achya pada menit 49 atau empat menit babak kedua baru berjalan.

Sebelumnya pada empat laga awal Sriwiaya FC tak terkalahkan. Ambrizal dan kawan-kawan mulai kompetisi dengan mengalahkan Perserang Serang dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Sriwijaya, (23/6/2019).

Pada laga kedua berhasil menahan imbang Cilegon United dengan skor kacamata 0-0 di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, (28/6/2019). Kemudian pada pekan ketiga berhasil mengalahkan PSGC Ciamis dengan kedudukan 3-1 di Stadion Gelora Sriwijaya, (2/7/2019). Kemudian pada partai keempat Sriwijaya FC menang dengan skor 2-0 atas PSCS Cilacap di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, (7/7/2019).

Usai menelan kekalahan perdana pelatih kepala Sriwijaya FC, Kas Hartadi langsung meminta maaf pada suporter Sriwijaya FC dan fans Sriwijaya FC. “Pertama saya minta maaf pada semua pendukung Sriwijaya FC hari ini kita mengaalami kekalahan,” kata Kas Hartadi kepada awak media.

Menurut Kas Hartadi pada menit awal para pemain Sriwijaya FC tidak dapat menjalankan instruksi dengan baik. Skuat Jakabaring justru bermain mengikuti irama lawan. “Anak-anak menit awal justru mengikuti ritme permainan Persita Tangerang. Harusnya kita main cepat bukan main menunggu,” kata pelatih asal Solo, Jawa Tengah ini.


Selain mengikuti ritmen permainan lawan penyebab kekalahan Sriwijaya FC diakui Kas Hartadi karena gagal memanfaatkan peluang. Semua dari kaki Airlangga Sucipto namun tidak satu pun berbuah gol. “Beda dengan Persita yang hanya punya dua peluang tapi semua menjadi gol,” katanya. 

Disamping itu para pemain Sriwijaya FC juga beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Seperti salah umpan. Selain itu para pemain Sriwijaya FC juga bermain tidak efektif. “Kita masih banyak kekalahan pasing-pasing. Ada juga mis antar pemain, Banyak long ball atau crosing tapi tidak mematikan,” terang mantan arsitek Kalteng Putra ini.

Menurut Kas Hartadi para pemain Sriwijaya FC sebenarnya sudah mencapai puncak performa pada pekan keempat. Yaitu saat mengalahkan PSCS Cilacap 2-0. “Klimaknya di PSCS Cilacap. Ini belum kiamat, karena sepak bola kita masih panjang. Tim harus bangkti,” terang Kas Hartadi.

Pada laga berikut Sriwijaya FC akan menjalani laga tandang melawan Persibat Batanag, (18/7/2019) dan hadapi laga derby Sumatera melawan PSPS Riau, Minggu (23/7/2019).

(Septian)

Komentar