Antisipasi Karhutla, Kelompok MPA Diberi Pelatihan

Antisipasi Karhutla, Kelompok MPA Diberi Pelatihan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan latihan mengatasi Karhutla, Jumat (15/12).

RIMAUNEWS.COM, Palembang - Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hutan terluas dan sebagai paru paru dunia. Kondisi hutan saat ini menjadi perhatian banyak pihak akibat banyaknya bencana dari kebakaran hutan.


Untuk memberikan pengetahuan dan car mengantisipasi (penanggulangan pertama) dalam masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), maka dibentuklah Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diprakarsai oleh PT Musi Hutan Persada.


Kelompok ini, mendapatkan pelatihan mengenai cara cara dan langkah pertama mengatasi kebakaran lahan yang kerap terjadi di wilayah indonesia khususnya hutan hutan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).


Dikatakan Manager Fire Protection Ir. Chandralika didampingi Fire External&Communication Head Alioeng Bararata Sakti.SH menjelaskan, kegiatan ini adalah merupakan agenda dari Divisi Fire Protection yang kali ini dilaksnaakan di desa Gunawang selama dua hari (14-15 Desember).


"Kita tau saat ini cuaca sudah mulai banyak turun hujan sehingga bisa kita manfaatkan untuk melakukan pelatihan guna meningkatkan kemampuan anggota kelompok Masyarakat Peduli Api. Dan pada saat diperlukan pada musim kemarau mereka sudah siap dan mengerti," ujar Alioeng, disela-sela memberikan pelatihan kepada kelompok MPA, Jumat (15/12).


Dijelaskannya juga, kegiatan ini adalah bentuk kerjasama antara PT. Musi Hutan Persada dengan Desa Gemawang dalam hal pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.


"Kita sangat concern terhadap hal ini, dan sangat mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan membuka kebun dengan cara membakar seperti yg tercantum dalam Maklumat Bersama Gubernur, Kapolda dan Pangdam tentang Larangan Pembakaran Hutan,Lahan atau Ilalang/Semak Belukar," tambahnya.


Lebih jauh Alioeng menjelaskan, kelompok ini sudah terbentuk sejak tahun 2016 dan sudah dirasakan sangat bermanfaat. Adapun sistem mekanisme dari kelompok MPA ini adalah saling memberikan informasi yang dalam hal ini apabila masyarakat mengetahui/mendapati ada kebakaran masyarakat segera menghubungi pihak PT. MHP dan sama-sama ke titik api dan begitu juga sebaliknya.


Selain itu, tambah dia, di desa sudah dibuatkan Posko MPA yang dapat difungsikan sebagai tempat berkumpul para anggota dan sudah di berikan fasilitasi dengan peralatan.


"Kedepan harapan kami agar kerjasama ini bisa terus terjalin dengan baik dan upaya kita semua untuk menjaga dan melindungi hutan dari bahaya kebakaran bisa terwujud demi menciptakan hutan yang lestari," pungkas dia.

(Kurniawan)

Komentar