BPJS Kesehatan Nunggak ke 114 Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Nunggak ke 114 Rumah Sakit salah satu rumah sakit yang belum dibayarkan oleh bpjs kesehatan.

Rimaunews.com, PALEMBANG- Selama program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang mulai dijalankan oleh pemerintah hingga saat ini masih menunggak pembayaran kepada 114 rumah sakit baik pemerintah dan swasta di Indonesia. Penunggakan pembayaran BPJS ini dikarenakan anggaran yang ada tidak cukup untuk membayar rumah sakit.

Anggota komisi IX DPR fraksi partai PPP dapil DKI Jakarta, Oki Asoka Wati mengatakan, penunggakan kepada 114 rumah sakit ini oleh BPJS kesehatan anngarannya memang masih belum cukup untuk membiayai keluhan dan penyakit masyarakat. “Oleh karena itu tentu jadi BPJS kesehatan defisit terus dari tahun ke tahun. Biaya yang mereka keluarkan lebih besar daripada pemasukan yang masuk,” kata Okky di sela-sela kunjungan anggota DPR komisi IV ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH).

Menurut Okky, pemerintah harus segera turun tangan mencari jalan keluar agar defisit dari BPJS kesehatan ini tidak terjadi lagi. “Saya berharap pemerintah segera mencari jalan keluar agar defisit ini todak terjadi lagi dan rumah sakig bisa terbayar poutangnya,” jelasnya.

Okky menambahkan, pada Januari 2018 nanti pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memberikan payung hukum kepada BPJS. “Saya dengar Januari nanti pemerintah mengeluarkan Perpres yang akan memberikan payung hukum untuk BPJS dan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) agar melakukan terobosan-terobosan mengatasi masalah defisit yang selama ini terus terjadi,” tukasnya.

(Hadi Wibowo)

Komentar