Pungli di Pasar Cinde Makin Merajalela dan Meresahkan Pedagang

Pungli di Pasar Cinde Makin Merajalela dan Meresahkan Pedagang Para pedagang Pasar Cinde saat menyerbu Kantor Walikota Palembang, Senin (11/12).

RIMAUNEWS.COM, Palembang - Pedagang Pasar Cinde yang saat ini berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terletak persis di samping Pasar Cinde kini merasa resah dan terus khawatir. Pasalnya, setiap hari ada oknum yang meminta Pungutan Liar (Pungli) kepada para pedagang.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Cinde, M Yusuf menjelaskan, saat para pedagang mulai dipindahkan ke TPS ada oknum tak bertanggungjawab yang melakukan Pungli kepada para pedagang.

“Setiap hari kami diminta membayar retribusi keamanan Rp5.000, tetapi yang kami permasalahkan ini tidak ada petugas keamanan atau satpam yang berjaga di sekitar pasar. Berarti itu sama saja dengan Pungli,” kaya Yusuf di sela-sela unjuk rasa menuntut Pasar Cinde segera dibangun, di halaman parkir Kantor Walikota Palembang, Senin (11/12).

Menurutnya, biaya retribusi pedagang selama ini yang berjualan di TPS pasar Cinde untuk retribusi harian sebesar Rp5.000, kebersihan Rp2.000, listrik Rp3.000 dan keamanan Rp.5000. Terlebih, pedagang diminta retribusi keamanan setiap hari berarti dari pengelola pasar atau pihak terkait yang harus mempertanggung jawabkannya.

“Pasar Cinde ini luas kalau ada barang pedagang yang hilang kami mau mengadu kemana petugas keamanan atau satpam saja tidak ada apalagi pos penjagaan juga tidak ada. Kalau barang kami hilang tidak ada pihak yang akan bertanggung jawab,” jelas dia.

Selain retribusi keamanan harian, lanjut Yusuf, pedagang juga diminta uang keamanan untuk malam hari sebesar Rp30.000 per bulan.

“Selama ini yang kami tau yang berjaga malam saja tidak jelas dan tidak ada. Kami sangat resah dengan adanya Pungli ini. Saya berharap kepada pemerintah khususnya PD Pasar Palembang Jaya agar masalah ini bisa dituntaskan segera,” pungkas dia.

(Hadi Wibowo)

Komentar