RSMH Bantah Berikan Penanganan Pasien Positif Difteri

RSMH Bantah Berikan Penanganan Pasien Positif Difteri

RIMAUNEWS.COM, PALEMBANG - Pihak Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang membantah jika salah satu dari dua pasien yang diduga positif terkena penyakit Difteri.

Kepala Humas Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Hidayati mengatakan, pihaknya menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebut bahwa ada satu pasien di RSMH positif mengidap Difteri.

“Padahal semuanya ini masih suspect (dicurigai) dan masih menunggu hasil kultur tetapi sudah heboh,” kata Hidayanti.

Hidayanti menjelaskan, kasus seperti ini sama dengan kasus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (Mers-Cov) dulu, belum ada hasilnya tetapi sudah heboh, saat hasilnya keluar tidak tahunya negatif.

“Saya selalu tekankan belum positif difteri tetapi sudah beredar bahwa sudah positif. Nanti kan baru ditunjukkan kalau hasil labnya keluar, dari hasil lab baru akan ketahuan positif atau negatif,” jelasnya.

Saat ini kedua pasien sudah ditangani sesuai dengan pelayanan standar, meskipun belum diketahui hasil laboratorium, keduanya tetap berada di ruang isolasi.

"Tetap kita waspada sesuai dengan pelayanan standar. Biar bagaimana pun juga pasien masih belum boleh dikunjung. Kita tetap antisipasi meskipun belum keluar hasilnya baik positif maupun negatif," ujarnya.

Selain itu, lanjut Hidayanti, pihak rumah sakit masih menuggu kepastian hasil kultur dari laboratorium.

"Jadi positif atau tidak pasien tergantung dari hasil kultur, sampai saat ini hasil belum keluar sehingga kita tidak bisa memastikan apakah keduanya positif maupun negatif," katanya.

Hidayanti menambahkan, dari pengakuan dokter yang menangani dua pasien tersebut, kondisi keduanya semakin membaik sehingga sangat dimungkinkan keduanya bukan pengidap Difteri.

"Menurut medisnya kedua pasien kondisinya semakin bagus sekarang," ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan, hasil kultur membutuhkan waktu yang lama. Ditanya berapa lama perkiraan hasil itu keluar, Hidayati mengaku belum tahu karena uji laboratorium tersebut ada prosesnya.

"Kalau waktunya lama karena akan dibiakkan dulu," jelasnya.

Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan, Lesti Nurany, saat dihubungi Rimaunews.com tidak dapat dihubungi.

(Hadi Wibowo)

Tags

difteri

Komentar