Tuntutan Tak Dipenuhi, Warga Tegal Binangun Ancam Asian Games

Tuntutan Tak Dipenuhi, Warga Tegal Binangun Ancam Asian Games

rimaunews.com, Palembang- Ribuan warga Tegal Binangun melaksanakan aksi unjuk rasa damai di lapangan kantor gubernur, senin (27/11). Warga menuntut agar masyarakat yang berada di kawasan Tegal Binangun yang terdiri dari 28 RT dan 5 RW tersebut meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) masuk ke dalam wilayah kota Palembang bukan Banyuasian.
Dalam aksi tersebut, suasana sempat memanas karena warga sempat bersitegang dengan pihak keamanan kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena perwakilan dari pemerintah tidak kunjung datang menghampiri peserta unjuk rasa.
Pada pukul 10.30 WIB, perwakilan dari Pemprov Sumsel yang diwakili oleh asisten pemerintah Ahmad Najib menemui peserta dan menerima peserta aksi unjuk rasa. Setelah itu, pemerintah pun memenuhi persyaratan peserta aksi degan mendatangani beberapa tuntutan seperti agar pemerintah Banyuasin tidak mengeluarkan statement yang memicu konflik berkaitan sengketa wilayah dan memberhentikan semua aktifitas yang ada seperti kelurahan dan puskesmas.
Koordinator aksi, Juli Kurniawan, mengatakan masyarakat Tegal Binangun mendapatkan intimidasi dan ancaman dari pemerintah Banyuasin terkait permasalah wilayah di Tegal Binangun. “Kami sangat kecewa dengan pernyataan bupati dan kasat Pol pp Banyuasian dan yang akan merazia KTP warga disana,” kata Juli.
Menurut Juli, warga sudah dua tahun belakangan ini menunggu janji pemerintah yang akan menyelesaikan permasalahan sengketa wilayah ini. “Sampai sekarang ini kami sudah tidak bisa menunggu lagi. Dalam waktu dekat harus ada keputusan agar kami segera masuk wilayah Palembang kalau tuntutan kami tidak terpenuhi kami akan berhentikan Asian Games nanti,” ujarnya.
Selain itu, dirinya dan peserta aksi unjuk rasa puas dengan pernyataan sikap pemerintah yang mendatangi surat pernyataan tuntutan aksi peserta. “Kami puas dengan hasil hari ini dimana pemerintah sudah mendatangani pernyataan kami,” ungkapnya.
Juli menambahkan, dirinya optimis warga Tegal Binangun masuk ke dalam wilayah Palembang setelah perwakilan pemerintah sudah mendatangani pernyataan sikap. “Kami tidak akan lagi menunggu hasil rapat besok yang dilakukan pemerintah, dengan surat ini kami sudah optimis bahwa kami warga Palembang,” harapnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Ahmad Najib meminta kepada masyarakat untuk menahan diri terkait permasalahan wilayah ini. Besok (28/11) pukul 09.00 WIB pemerintah akan melakukan rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) membahas permasalah wilayah. “Besok diadakan rapat membahas itu dan saya juga sudah mendatangani pernyataan keinginan mereka kami meminta masyarakat untuk sabar menahan diri,” tukasnya.

(Hadi Wibowo)

Komentar