Warga Banyak Tak Tahu, Pemkab Muaraenim Dinilai Kurang Sosialisasi

Warga Banyak Tak Tahu, Pemkab Muaraenim Dinilai Kurang Sosialisasi

RIMAUNEWS.COM, Muaraenim- Karena dinilai kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, banyak warga yang tidak mengetahui adanya operasi pasar yang digelar Pemkab dan Bulog di Pasar Mambo II, pada Selasa (19/12).

Seperti yang dikatakan Pratiwi (31) warga Talang Jawa, dirinya tidak mengetahui akan adanya operasi pasar yang dilaksanakan oleh Pemkab dan Bulog. "Kalau saya tahu, pasti saya akan berbelanja disana. Karena pasti harganya lebih murah dan stok yang diberikan sudah disiapkan cukup banyak," ujarnya, Selasa (19/12) saat diwawancarai di lokasi.

Dirinya mengeluh karena terlambat mendapat informasi dan tidak mendapatkan apa apa saat ke lokasi. "Saya dapat info dari tetangga, waktu saya ke sinibsudah habis barang barangnya," tukasnya.

Dari para pembeli, lanjut Pratiwi, kebanyakan pedagang pedagang yang ada disekitar lokasi. "Wajar kalau kami tidak kebagian. Selain infonya tidak ada, yang beli kebanyakan pedagang," pungkasnya.

Operasi pasar ini, sedianya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Perum Bulog Sub Divre Lahat. Dalam Operasi pasar ini menyediakan 4 item kebutuhan pokok yakni beras, gula, minyak dan terigu.

Berdasarkan pantauan, operasi pasar dilaksanakan sejak pukul 8:30 wib langsung diserbu masyarakat Muara Enim.  Namun, dalam sekejap pula, barang yang dijual pihak Bulog  sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) bahkan lebih rendah cepat sekali ludes.

Kabid Tata Kelola Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Muara Enim, Wartini mengatakan  gelar operasi pasar sebagai upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok yang berpotensi naik diakhir tahun dan informasi oprasi pasar ini sudah di sampaikan kepada pihak Kecamatan. "Operasi pasar digelar dalam rangka mengantisipasi terjadinya kenaikan harga menjelang akhir tahun. Mengenai informasi, sudah kami sampaikan. Dan maaf bagi warga yang tidak kebagian," ujarnya.

Adapun bahan sembako dijual dengan harga HET, Seperti beras jenis medium dijual Rp8.100/kg, Gula pasir dijual Rp11.500, minyak goreng dijual Rp11.000/liter, dan terigu dijual Rp8500/kg.

Menurutnya, harga sembako yang dijual lebih murah dari harga jual dipasaran. "Selisihnya kurang lebih Rp1000 sampai Rp2000," terangnya.

Lebih lanjut, wartini menambahkan, operasi pasar yang digelar sasarannya bukan cuma warga miskin namun seluruh masyarakat. Karena itu, pihak Bulog menyediakan stok cukup banyak yakni beras sebanyak 4860 kg, Gula sebanyak 70 kg, Minyak goreng sebanyak 64 liter dan terigu sebanyak 24 kg.

Sementara salah seorang pembeli, Susi (50) warga kecamatan Muara Enim yang mendapatkan barang belanjaan mengaku cukup terbantu dengan adanya operasi pasar yang digelar pemerintah. Momen operasi pasar dimanfaatkannya untuk membeli beras yang menurutnya dijual lebih murah ketimbang harga dipasar. "Saya cuma beli beras karena harganya lumayan murah, kualitas berasnya juga medium jadi lebih enak ketimbang beras raskin,"pungkasnya.

(Kurniawan)

Komentar