Wujudkan RAD-GRK, Pemprov Sasar Tiga Bidang Potensial

Wujudkan RAD-GRK, Pemprov Sasar Tiga Bidang Potensial Suasana konsultasi publik menyongsong perencanaan pembangunan rendah karbon melalui rencana aksi daerah gas rumah kaca Sumsel, di Hotel Aryaduta, Rabu (6/12).

rimaunews.com , PALEMBANG - Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengupayakan perbaikan Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD-GRK). Saat ini, setidaknya ada tiga bidang yang menjadi sasaran utama yakni sektor Iahan yang terdiri atas pertanian dan Iahan gambut, sektor energi, transportasi dan industri, serta pengelolaan limbah baik padat maupun cair.

Ketua POKJA RAD-GRK Provinsi Sumsel, Hadenli Ugihan, mengatakan rencana aksi penurunan emisi Gas Rumah Kaca sudah menjadi kebutuhan yang harus terus dilanjutkan.

“Ini akan menjadi salah satu tolak ukur kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mencapai target penurunan emisi ," ucap Hadenli, Rabu (6/12).

Hadenli menjelaskan, keberlanjutan rencana aksi ini tidak akan berjalan mulus jika tidak adanya keterlibatan seluruh pihak baik pemerintah, organisasi masyarakat, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Target penurunan emisi Sumatera Selatan sendiri awalnya sebesar 10,16 persen di tahun 2020, kemudian disesuaikan menjadi di tahun 2030 yang besarnya akan disepakati dalam rencana aksi daerah yang masih dalam pengkajian ulang,” ujarnya.

Pada tahun 2016, Sumsel telah berhasil menekan angka titik api sampai dengan 90 persen dan pada 2017 tetap dapat dipertahankan walaupun sempat terjadi beberapa kebakaran kecil namun dapat segera ditanggulangi. Upaya inilah yang akan terus dilanjutkan oleh pemerintah.

“Untuk itu rencana ini terus di galakan guna lebih menekan bencana-bencana seperti ini,' bebernya.

Ia juga menambahkan, pihaknya terus berupaya agar perencanaan RAD - GRK di sahkan menjadi sebuah kebijakan  Pemerintah. "Saat ini Dokumen RAD-GRK Provinsi Sumsel hampir rampung, semoga bisa cepat menjadi sebuah kebijakan Pemerintah", jelasnya.

Sebelumnya, prediksi Business as Usual (BAU) Sumsel tahun 2020, tanpa intervensi aksi mitigasi menunjukkan bidang berbasis Iahan masih menempati porsi penyumbang emisi GRK terbesar sebanyak 98,05%. Sedangkan bidang berbasis energi dan limbah secara berturut-turut menyumbang 1,84% dan 0,11% dari total BAU 2020 di Sumsel.

(Hadi Wibowo)

Komentar