SMKN 2 Muara Enim Terima Bantuan Mesin Milling

SMKN 2 Muara Enim Terima Bantuan Mesin Milling

RIMAUNEWS.COM, Muara Enim- SMK Negeri 2 Muara Enim terima bantuan satu unit mesin Milling dari CSR PT Bukit Asam. Serah terima bantuan berlangsung di sekolah setempat, Selasa (13/8). Selain mesin milling, sekolah ini juga mendapat bantuan mesin CNC yang kini dalam masa inden. Rencananya September mendatang mesin CNC tiba di sekolah tersebut. Kedua mesin itu akan digunakan untuk praktek oleh siswa-siswi jurusan Teknik Pemesinan.

Menurut Hartoyo, Spesialis Pengembangan Komunitas CSR PTBA didampingi Ali Posan, Asmen Bina Wilayah CSR PTBA, dan Herman Jaya, Asmen Penerimaan Gudang Logistik PTBA, bantuan ini merupakan bagian dari CSR dan tindak lanjut atas Inpres RI No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM.

Bantuan dari CSR tersebut, lanjutnya, ditujukan kepada lima SMK, salah satunya yakni SMK Negeri 2 Muara Enim. Sekolah ini mendapat bantuan karena sebelumnya telah melakukan MoU atau PKS (Perjanjian Kerjasama) dengan Kementerian Perindustrian. “Tujuan dari bantuan ini adalah untuk membangun karakter siswa SMK. Kami berharap dengan adanya mesin tersebut akan menghasilkan tenaga kerja terampil dan profesional yang siap diserap oleh sektor industri,” kata Hartoyo.

Selanjutnya, siswa juga akan leluasa mengoperasikan mesin yang modern sehingga tidak canggung ketika terjun ke dunia industri. Misalnya mereka diterima masuk kerja di PTBA. “Selesai sekolah, jadi mereka akan benar-benar punya skill dan siap pakai di perusahaan-perusahaan,” harap Hartoyo.

Agar mesin milling ini dapat dioperasikan oleh siswa dengan baik, nantinya juga CSR PTBA bakal memberikan training pengoperasian kepada guru sekolah tersebut.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Muara Enim, Burhanudin SP Msi, berterima kasih kepada CSR PTBA telah mewujudkan komitmen Menteri Perindustrian dalam mendukung kementerian dalam peningkatan mutu SMK agar pendidikan SMK link and match dengan industri. “Kami sangat senang atas bantuan ini, selanjutnya akan kita tindaklanjuti dengan training guru agar ahli mengoperasikan mesin tersebut,” ungkap Burhan.

Lebih lanjut, pihaknya turut akan mengarahkan pembelajaran berbasis produksi. Dengan begitu, ada produk yang dihasilkan sesuai kebutuhan industri. “Mesin ini kan bisa membuat berbagai produk, misalnya membuat roda pagar, bandul bearing atau produk yang lainnya. Kita ingin dari ini punya produk yang bisa dipasarkan. Di sisi lain, dengan terus mengasah kemampuan, lulusan kita juga menjadi berkompeten sesuai kebutuhan industri,” tukas Burhan.

(Kurniawan)