Tahun Depan, Disdik Sebut SMKN 3 Lahat Belum UNBK

Tahun Depan, Disdik Sebut SMKN 3 Lahat Belum UNBK Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Dra Hj Erlina MM.

RIMAUNEWS.COM, Muara Enim - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan menyebut dari seluruh jenjang SMK di Sumsel, ada satu SMK di Sumsel yang belum menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sekolah tersebut adalah SMK Negeri 3 Lahat di Tanjung Sakti.


“Yang belum bisa melaksanakan UNBK itu adalah SMK Negeri 3 Lahat di Tanjung Sakti. Letak geografisnya yang sangat jauh membuat daerah ini kesulitan mendapatkan sinyal,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Drs Widodo MPd, melalui Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Dra Hj Erlina MM, Jumat (22/12).


Meski ingin meminjam fasilitas sekolah lain yang sudah dilengkapi perangkat UNBK, dia menyebut hal ini sangat berisiko. Mengingat muridnya banyak, sehingga kalau ingin pergi ke Kota Lahat untuk UNBK sangat berisiko tinggi.


“Karena mereka harus menginap, sehingga secara psikologi, mental anak sudah down,” kata dia.


Terkait kendala dalam penerapan UNBK, Erlina mengakui pasti ada, terutama kendala sinyal. Akan tetapi, persiapan sekolah untuk melaksanakan UNBK sudah dari lama. Apalagi semangat sekolah agar siswanya bisa melaksanakan UNBK sangat tinggi.


“Seperti di OKU Selatan, tahun lalu belum bisa UNBK karena sinyal, namun mereka berupaya semaksimal mungkin. Mereka mendirikan tower kerja sama dengan provider,” tambahnya.


Dalam pengadaan sarana prasarana untuk UNBK hampir dipastikan tidak ada masalah. Karena Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah selalu suplai sarana prasarana UNBK. Jikapun sarana prasarananya belum mendukung, sekolah bisa pinjam fasilitas sekolah lain yang lokasinya paling dekat.


“Seperti SMK pinjam fasilitas SMA, atau sebaliknya. Karena memang jadwal UNBK SMA, SMK maupun SMP berbeda,” tutur dia.


Untuk jenjang SMA, dirinya mengatakan penerapan UNBK tahun depan ditarget 80 persen. Sedangkan tahun 2017, SMA yang melaksanakan UNBK sudah 55 persen. Untuk tahun depan, ia kurang tahu pasti. Namun ditarget 80 persen.


Ia juga optimistis bahwa ujian nasional 2018 jenjang SMK di Kabupaten Muara Enim 100 persen sudah menerapkan UNBK. Di 2017, dari 19 SMK di Bumi Serasan Sekundang, sebanyak 16 SMK menerapkan UNBK, dan 3 SMK masih ujian secara manual menggunakan kertas, dan pensil.


“Tahun lalu di Kabupaten Muara Enim ada 3 SMK yang tidak bisa UNBK. Yaitu SMK Rambang Dangku, SMK Lubai Ulu, dan SMK Semende Darat Laut. Namun tahun 2018 nanti, kita pastikan SMK di Muara Enim bisa UNBK semua,” ungkap Erlina.


Secara keseluruan di Provinsi Sumsel, lanjut Erlina, tahun lalu 94 persen SMK dari total 252 SMK negeri dan swasta sudah menerapkan UNBK. 7 persen atau sebanyak 20 SMK termasuk 3 SMK di Muara Enim masih ujian manual.


“Namun untuk 2018 nanti, kita pastikan 99 koma sekian persen sudah menerapkan UNBK,” tukasnya.

(Kurniawan)