Ikuti Diksar Menwa, Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Meninggal Dunia

Ikuti Diksar Menwa, Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Meninggal Dunia

RIMAUNEWS.COM, Palembang- Seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang telah meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN Raden Fatah Palembang.

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang Rina Antasari mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa ada mahasiswa baru yang meninggal dunia saat mengikui Diksar Menwa di Sembawa Banyuasin, Selasa (3/9) lalu. “Mahasiswa yang meninggal tersebut bernama Hebat Sangaji yang merupakan mahasiswa baru semester 1 Fakultas Syariah dikarenakan sakit tidak ada indikasi kekerasan,” katanya.

Meninggalnya Hebat Sangaji ini bukanlah akibat adanya kekerasan dalam diksar tersebut melainkan karena sakit yang diderita beliau. “Secara medis kami tidak mengetahui detail sakit yang diidap almarhum, bahkan berdasarkan otopsi di rumah sakit umum juga menyatakan tidak ada indikasi kekerasan,” ujar dia.

Rina menjelaskan, almarhum ini bukan anak Palembang, tapi anak Bekasi dan ngekos di Rawa Jaya Palembang. “"Jenasah almarhum saat mau dikirim ke rumahnya di Bekasi diberi formalin terlebih dahulu di rumah sakit Siti Khodijah Palembang. Dan almarhum hari ini dikubur di Bekasi dan dikirim ke sana pesawat pertama tadi pagi," jelasnya.

UIN Raden Fatah Palembang turut berbela sungkawa dan ini merupakan musibah. "Ya kami berharap kedepan saat mahasiswa ikut diksar Menwa harus kuat secara fisik. Dan dari UIN Raden Fatah pak Kukun dan pak Fatah sedang melayat ke rumah keluarga," katanya

Sementara itu, Dekan Fakultas Syar'ah UIN Raden Fatah Prof Dr Ramli, S.Ag mengungkapkan mahasiswa tersebut diketahui pihak kampus mengalami musibah diduga kesurupan kemudian meninggal ketika dirawat di RSUMH, Kamis  (5/9/2019). "Iya benar kabarnya itu mahasiswa Fakultas Syari'ah semester 1 dan merantau dari daerah Jawa. Saya selaku Dekan Fakultas turut berbela sungkawa," kata Ramli.

Menurutnya kejadian ini menjadi pelajaran bagi organisasi mahasiswa yang hendak menggelar kegiatan Pendidikan Dasar agar mempertimbangkan keselamatan. "Hal ini menjadi pelajaran buat organisasi mahasiswa agar mengadakan kegiatan secara rasional, dan mempertimbangkan faktor keselamatan selama kegiatan. Diksar semacam itu sebenarnya dak boleh jauh-jauh, kecuali pengawasannya sudah baik," ujar dia.

(Aan Wahyudi)

Komentar