Jembatan Tidak Bisa Dilalui, Siswa Dan Warga Berdayakan Ketek

Jembatan Tidak Bisa Dilalui, Siswa Dan Warga Berdayakan Ketek

RIMAUNEWS.COM, Muara Enim- Akibat angin kencang yang menghantam jembatan gantung di desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang pada, Rabu (25/9) sore kemarin membuat akses tiga dusun terputus dan memaksa warga sementara ini harus melalui jalur air.

Pada peristiwa itu, dalah satu sisi kawat penahan jembatan putus akibat dihantam angin dan tidak kuat menahan bobot jembatan sepanjang kurang lebih 250 meter dengan lebar 1,5 meter. Selain angin yang kencang, kondisi jembatan yang dibangun sejak tahun 1992 ini juga sudah mengalami korosi.

Dari pantauan dilapangan, Kamis (26/9) pusat desa yang berada di salah satu sisi jembatan yang saat ini juga menjadi lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 sampai 3 pemilihan Kades harus melalui jalur air menggunakan 5 unit ketek yang sudah di sediakan oleh Desa.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, Hasanudin yang sempat mengunjungi lokasi mengatakan, prihatin akan kejadian yang dialami warga Desa Lubuk Mumpo. Pihak pemerintah Kabupaten akan segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. “Sebelumnya memang Pemkab sudah menganggarkan di ABT biaya rehab jembatan tersebut, namun kenyataannya malah terjadi hal ini. Dan kemungkinan biaya yang kemarin dianggarkan akan kurang melihat kondisinya. Jadi nanti akan kita usahakan masuk dalam dana tak terduga akibat bencana agar jembatan bida segera diperbaiki dan bisa dilalui warga,” ujar Sekda.

Sekda mengapresiasi apa yang dilakukan pihak desa dengan menyediakan ketek untuk transportasi sementara agar pelaksaanaan Pilkades dan lalu lintas warga tetap lancar dengan menggratiskan penggunaan ketek. “Tapi nanti kita kembalikan kedesa apakah akan terus digratiskan atau nantinya ada biaya angkut untuk warga yang menggunakan ketek. Karena ketek ketek tersebut milik warga dan ada biaya minyak yang harus dikeluarkan untuk mengoprasikannya,” ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan itu juga, salah satu anggota DPRD Muaa Enim yang kembali terpilih Indra Gani mengatakan, pihaknya berharap agar Pemkab bisa menganggarkan dana yang lebih besar agar jembatan bisa segera dilalui dan bisa benar benar nyaman dan aman digunakan warga. “Memang sudah dianggarkan di ABT. Tapi dengan dana yang dianggarkan tersebut hanya cukup untuk tehab saja. Namun kondisinya saat ini berbeda melihat kondisi jembatan yang sudah tidak layak lagi,” ujarn Indra.

Indra juga mengatakan, memang ada permintaan dari warga agar nantinya bulan lagi jembatan gantung yang mereka terima tapi jembatan permanen. “Itu sudah saya bicarakan juga dengan pihak desa. Kenyataannya, di dusun seberang saat ini terkendala area yang tidak terlalu luas untuk kendaraan roda empat,” tukasnya.

Salah satu perangkat desa Lubuk Mumpoh Erwansyah mengatakan, saat ini ketek yang digunakan warga masih gratis karena disiapkan oleh pihak desa agar pelaksanaan Pilkades dan lalu lintas warga terbantu. “Untuk nantinya akan tetap gratis atau ada biaya masih akan dirapatkan oleh perangkat desa serta perwakilan warga bagaimana baiknya. Karena kita tidak mungkin meminta secara cuma cuma kepada warga untuk kedepannya nanti agar terus mengantar. Karena kita tidak tau berapa lama kembatan kembali bisa dilalui,” tukasnya.

Salah satu warga Dusun 3 Desa Lubuk Mumpoh, Sulhadi (44) berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan segera memperbaiki jembatan yang sangat dibutuhkan warga untuk lalu lintas antar dusun. “Kita harapkan bisa segera diperbaiki. Bila perlu dibangun yang permanen agar warga bisa mengangkut hasil bumi. Kalau kami harus melalui jalur lain untuk menuju ke dusun seberang harus memutar jalan sejauh kurang lebih tiga kilometer,” pungkasnya.

Perlu diketahui, jembatan yang dibangun pada tahun 1992 ini sebelumnya juga pernah mengalami korosi dan sudah diperbaiki pada tahun 2013 yang lalu. Namun karena kondisi cuaca akhirnya jembatan kembali mengalami korosi dan akhirnya rusak ditiup angin kencang.

Perlu juga diingatkan, pada pelaksanaan Pilkades di Desa Lubuk Mumpoh ada 1894 mata pilih yang menggunakan hak suaranya pada pelaksanaan Pilkades hari ini. Dari pantauan pelaksanaan tetap berjalan karena warga menggunakan ketek yang sudah disiapkan pihak desa.

(Kurniawan)

Komentar