Mahasiswa Tuntut Gubernur Segera Atasi Kabut Asap Akibat Karhutlah

Mahasiswa Tuntut Gubernur Segera Atasi Kabut Asap Akibat Karhutlah

RIMAUNEWS.COM, Palembang- Ribuan mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan (Sumsel) Melawan Asap datang geruduk kantor Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumsel. Aksi tersebut untuk mempertanyakan penanganan dari Pemprov Sumsel terkait bencana kabut asap yang di timbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah yang di Provinsi Sumsel.

Pada aksi yang digelar mahasiswa ini sempat terjadi insiden keributan antara pihak kepolisian dengan mahasiswa tersebut. Insiden keributan ini terjadi karena mahasiswa menolak Wakapolda Sumsel Brigjenpol Rudi Setiawan yang ingin menaiki panggung Mobil yang mahasiswa gunakan untuk orasi. "Awal mula terjadinya keributan ini ketika Wakapolda ingin naik ke atas mobil, tapi kami tolak. Ketika penolakan itu terjadi, ada gesekan antara pihak kepolisian dan kami (Mahasiswa) sampai pada akhirnya timbul korban dimana ada teman kami yang terkena pukulan di kepala sampai kemuka dan akibatnya ada salah satu teman kami yang bernama Indra dilarikan kerumah sakit karena luka di kepala," ujar Kordinator Aksi sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya, Nihmatul Haqiqi Febriawan, Selasa (17/9).

Febriawan mengungkapkan, dalam aksi yang digelar pihaknya tersebut, ada 6 tuntutan yang ingin disampaikan pihaknya kepada gubernur sumsel. “enam tuntutan yang kami serukan yang pertama yaitu Tangkap, Adili, dan cabut izin perusahaan pembakar lahan di sumsel, yang kedua yaitu Tindak tegas oknum pembakar lahan di wilayah sumsel menurut perda no. 08 tahun 2016 pasal 17 dan 18 dan atau uu nomor 32 tahun 2009, yang ketiga yaitu Tegaskan aturan hukum terkait pembukaan lahqn sesuai pasal 56 uu 39 tahun 2014, yang keempat yaitu Membentuk tim gugus tugas untuk melakukan mitigasi bencana karhutla serta pengawasan lahan gambut dan atau lahan yang rentan terbakar, yang kelima yaitu Memfasilitasi pelayanan kesehatan masyarakat yang terkena dampak penyakit akibat karhutla secara gratis dan yang terakhir atau yang keenam yaitu Menerbitkan SK Gubernur tentang "kewajiban pencegahan karhutla oleh setiap perusahaan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berkaitan dengan karhutla,” ungkap dia seraya menambahkan bahwa pihaknya meminta koorporasi yang memang membakar lahan itu di cabut izinnya dan juga membuat kontrak politik dengan mahasiswa.

Mahasiswa yang datang dari pukul 13.00 WIB, akhirnya ditemui Gubernur Sumsel H Herman Deru Pukul 17.00 WIB. Menanggapi tuntutan mahasiswa, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan bahwa sampai saat ini pihaknya sudah menangkap beberapa pelaku pembakaran. Selain itu, pihaknya juga menindak tegas perusahaan yang membakar lahan secara sengaja. "Tapi untuk menutup izin ini tentu ada prosesnya. Perusahaan harus di proses secara hukum dahulu baru kita bisa cabut izinya," ungkap dia.

Sampai akhirnya, Mahasiswa dan Gubernur Sumsel menemukan titik kesepakatan dengan penandatangan yang dilakukan Gubenur Sumsel terhadap enam tuntutan mahasiswa tersebut.

(Aan Wahyudi)

Komentar