Pipa Minyak Mentah Pertamina Bocor, Cemari Lingkungan dan Sumur Warga

Pipa Minyak Mentah Pertamina Bocor, Cemari Lingkungan dan Sumur Warga warga sedang menunjukkan lokasi pipa minyak mentah milik pertamina yang mengalami kebocoran

RIMAUNEWS.COM, Pali- Pipa minyak mentah milik PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field mengalami kebocoran, sehingga mencemari lingkungan dan sumur warga di desa Purun Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.
Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL) Kabupaten Pali, Edi Suprianto Oemar mengatakan pipa minyak mentah Abab Dewa Raja milik PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field mengalami kebocoran. "Kebocoran pipa minyak mentah milik pertamina ini kita duga akibat korosi karena kebocarannya sudah lama terjadi namun baru diketahui Selasa (19/12)," katanya.
pihaknya menduga kebocoran pipa minyak mentah milik pertamina terjadi sudah lama karena pencemaran minyak sudah menyebar dan berdampak pada sumur warga. "Sumur warga yang berjarak sekitar 15 meter dari pusat kebocoran saja sudah tercemar, Ini menandakan kalau kebocoran ini sudah lama terjadi," jelas Edi.
Wakil Ketua DPRD PALI, Devi Harianto meminta kepada pihak SKK Migas untuk mengkroscek ke lapangan terkait dugaan kebocoran yang diduga akibat korosi tersebut. "jika memang benar adanya kelalaian dan adanya kerugian masyarakat pihak terkait segera melakukan ganti rugi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya singkat.
Sementara itu, Asesmen PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field, Fredrick Roma Parulian mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan pembersihan minyak yang tumpah. "Tim kita sudah melakukan pembersihan dan perbaikan di lokasi serta berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat Purun," katanya.
Lanjutnya, kebocoran pipa minyak mentah tersebut dari petugas dilapangan adanya sedikit bekas gesekan. Namun pihaknya tidak bisa momvonis pipa tersebut bocor akibat korosi. "Kami mengapresiasi kerjasama aktif masyarakat dan perangkat desa selama penanganan pembersihan. Hingga pembersihan dan perbaikan dapat segera teratasi," ujar Fredrick.

(Agya S Yansori)

Komentar