12 Desember, KPU Mulai Lakukan Verifikasi Faktual

12 Desember, KPU Mulai Lakukan Verifikasi Faktual Ketua KPU Kota Pagaralam Yenli Elmanoferi SE Msi

Rimaunews.com, Pagaralam- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam akan mulai melakukan verifikasi faktual pada 12 Desember mendatang.

Ketua KPU Kota Pagaralam Yenli Elmanoferi SE Msi mengatakan, Sesuai dengan Peraturan KPU RI nomor 1 tahun 2017 tentang tahapan, program dan jadwal Pilgub, Pilbub dan Pilwako 2018, setelah verifikasi administrasi dan analisis dukungan ganda, dilanjutkan ke tahap verifikasi faktual. “Verifikasi faktual akan kita mulai dari 12 Desember hingga 25 Desember nanti,” katanya.

Tujuan digelarnya verifikasi faktual tersebut untuk memastikan dukungan yang diberikan pemilih kepada bakal Paslon yang sebelumnya dinyatakan memenuhi syarat (MS) dalam verifikasi administrasi. “Jadi pasangan calon (Paslon) yang telah menyelesaikan verifikasi administrasi belum dapat lega karena masih ada proses verifikasi faktual ini. Di tahap inilah kepastian dukungan dari warga akan terlihat apakah benar-benar memberikan dukungan kepada paslon atau tidak dan dukungan ganda pun akan terlihat disini,” ujar Yenli.

Dijelaskan Yenli, untuk lokasi verifikasi faktual ini yaitu di wilayah kelurahan, sesuai domisili pendukung itu berada. “Caranya petugas menanyakan secara langsung kepada pemilih tentang bukti dukungan yang diberikannya kepada bakal Paslon. Bila pemilih itu menyatakan tidak pernah memberikan dukungan, maka dianggap tidak memenuhi syarat. Dukungan ini pun gugur. Pemilih bisa mengisi surat pernyataan yang disediakan PPS. Karena itu diakuinya dukungan sebelumnya dinyatakan memenuhi syarat dalam tahap verifikasi administrasi, saat di faktual bisa saja berubah menjadi tidak memenuhi syarat (TMS),” jelasnya.

Verifikasi faktual, lanjut Yenli, akan direkap secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan sampai ke KPU. Di KPU hasil rekapitulasi akan ditetapkan dalam sebuah rapat pleno pada 29 Desember-31 Desember. “Bagi bakal Paslon yang bukti dukungannya kurang dari jumlah minimal dipersilakan untuk melakukan perbaikan. Ditambah dua kali lipat dari kekurangan yang ada,” ungkapnya.

(Agya S Yansori)

Komentar