Ria Halim: Semoga Sumsel Lebih Maju

Ria Halim: Semoga Sumsel Lebih Maju

RIMAUNEWS. COM, Palembang - Setelah resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI periode 2019 - 2024, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin langsung membentuk kabinet dan mengumumkannya ke publik.

Dalam susunan kabinet tersebut, ada 3 nama putra daerah Sumatera Selatan. Yakni Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri, Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan serta Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan.

Khusus Budi, jabatannya sebagai menteri perhubungan menyambung periode kabinet sebelumnya di posisi yang sama.

Atas kembali dipercayanya putra asal Bumi Sriwijaya ini, Ketua Umum Jokowers Palembang, Nyimas Ria Halim mengungkapkan rasa syukur atas dilantiknya Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Ia menuturkan, dengan dilantiknya presiden pilihan rakyat ini diharapkan menjadikan Indonesia lebih baik. Selain itu, dirinya mengajak untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam persaudaraan usai pilpres.

Ria berharap dengan banyaknya orang Sumsel yang masuk di kabinet diharapkan bisa menjaga nama Sumsel.

Selain itu, ia menambahkan, jangan lupa membantu Sumsel untuk lebih maju lagi, baik ekonomi, olahraga dan itu harus dipertahankan untuk menteri yang terpilih di kabinet baru Jokowi.

Menariknya, di kabinet kali ini ada beberapa nama muda yang masuk jajaran kabinet. Seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dengan rataan 40 tahun.

Termuda yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang sebelumnya founder Go Jek. "Melatih yang muda sebagai pemimpin bangsa untuk ikut andil dalam pembangunan, sangat bangga atas banyaknya orang Sumsel yang masuk kabinet, diharapkan dalam menduduki jabatan bisa menjaga tanah kelahiran,"ucapnya.

Dan, sambung Ria Halim, meski ada menteri usia muda, tapi tetap di-mix atau digabung dengan menteri dari senior. "Tujuannya melatih muda (menteri usia muda,red) supaya tahu dan bisa merasakan andil memimpin bangsa, apalagi ada kesempatan diberikan."

Seperti diketahui, pelantian Joko Widodo sebagai presiden dan KH Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden periode 2019 - 2024 bertempat di gedung DPR/MPR. Pelantikan ini dihadiri 19 pemimpin negara tetangga.

Hadir diantaranya Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, PM Australia Scott Morrison, PM Singapura Lee Hsien Long, PM Kamboja Hun Sen dan Raja Eswatini Raja Mswati III. Selain itu Jokowi juga akan bertemu sejumlah tamu negara, seperti Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok Wang Qishan, Wakil Presiden Uni Myanmar Henry Van Thio dan utusan sejumlah negara lain.

Sebelumnya, ratusan pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkumpul di Taman Pandang, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). Mereka bersama-sama mendeklarasikan Hari Persaudaraan Nusantara (HPN).

Inisiator HPN, Yongki Jonacta Yani berpendapat sangat perlu Presiden Jokowi menetapkan setiap tanggal 20 Oktober sebagai Hari Persaudaraan Nusantara (PN).

"Jika melihat kondisi politik dan sosial bangsa ini beberapa tahun ini, rasa persaudaraan antar sesama rakyat Indonesia cukup mengkhawatirkan. Dengan ditetapkannya, HPN akan menjadi pengingat bangsa ini untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan, serta rasa persaudaraan," kata Yongki dalam rilisnya, Senin (21/10).

Yongki pun menyebutkan bagaimana sulitnya merajut kembali rasa persaudaraan bangsa Indonesia setelah terbelah dua pada Pilpres 2019 lalu. Padahal, Jokowi dan Prabowo Subianto sudah bertemu dan berangkulan, juga bersepakat membangun bangsa ini bersama-sama.

"Tapi akar rumputnya di bawah masih saja ada yang belum terima dengan hasil Pilpres 2019. Padahal ini kan proses berdemokrasi, harus diterima dengan dewasa,"ujarnya.

"Dengan ditetapkannya HPN sebagai salah satu solusi menangkal hal-hal yang tidak diinginkan terhadap bangsa ini," ucap Yongki.

Ketua Umum relawan Rumah Jokowi (RJ) ini memastikan ia dan seluruh pendukung HPN akan bertemu dengan berbagai pihak untuk meminta dukungan agar pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 20 Oktober sebagai Hari Persaudaraan Nusantara. 

(Romadon)

Komentar